Followers

Kamis, 30 Mei 2013

Surat cinta sebelum tidur

Hai dear ...

Waktu terus berjalan di tengah dunia yang semakin jahat dan kejam. Kamu pun begitu, terus menjalani hidupmu di tengah-tengah masalah yang datang dan pergi tanpa di ingini. Hari ini kamis 30 mei 2013. Bagaimana hari ini kau telah menyelesaikan pekerjaanmu, apakah kau selesaikan dengan baik? tentunya kau menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan harapan ku ..

Well, aku disini terus memikirkan bagaimana wajah itu, (wajahmu) tersenyum kearah ku dengan lembut.  sudah lama sekali waktu seperti itu tidak kita alami lagi, semuanya terjadi begitu cepat. Seperti belum puas, dan menginginkan waktu itu berjalan begitu lambat saat kamu dan aku (Berdua) hahaha..


Jadi hari ini bagaimana? Semoga kehadiran ku membuat dirimu senang:) *TersenyumLembut

Berbisik > Selamat malam untuk yang terkasih dari yang mengasihimu. Aku memang tidak bisa menemani malam tidurmu secara langsung, tapi aku menemani alam tidurmu . heheh,,,

sebelum kamu tidur, coba bayangkan saja bagaimana wajah imut ku mencoba menarik perhatianmu dengan manjanya, oh iya, dan bayangkan juga bagaimana muka ku saat merasa kesal dengan sikapmu yang begitu keras kepala dan akhirnya aku bete gicuu ,, hehheeh

Selamat tidur sayang, bagaimanapun keadaanmu saat ini aku hanya dapat berdoa.





Hopefull: Harapan besar itu akan menjadi nyata pada waktunya ( Our hope ). Kasihku akan sempurna, jika itu tulus kepadamu, dan kasihku juga akan sempurna saat semua ketakutan ku buang. Aku yakin dengan dirimu, dan sebaliknya aku berharap kau pun yakin kepadaku untuk dapat melewati tembok yang menghalangi kita. Amin :)

From : Your Cute Boy !

Jumat, 24 Mei 2013

Friday, Warm and love

Pagi itu saat ayam berkokok aku terbangun dari tidur ku yang panjang. Tidak begitu lama terbangun aku pun kembali terjatuh dalam hangatnya kasur yang menggoda untuk kembali aku  tertidur hingga akhirnya suara memanggil - manggil namaku dan aku pun benar benar tersadar kali itu dari rasa kantuk.

Hari ini hari jumat melihat jadwal hari ini adalah hari libur, yaitu libur dari sekolahku ..
Dengan seketika memutuskan untuk mengisi waktu itu seperti biasa berkunjung dan bertemu dengan 
kekasihku ..

Setibanya aku disana dengan penuh perjuangan melawan macet nya jalanraya kota Mertopolitan, uhh..
hilang seketika begitu melihat wajahnya nan imut :p , hahha ...

Iyaaa dialah orangnya, dialah tujuanku mengapa aku sampai berbuat se-nekat ini 
dialah yang ku perjuangkan untuk saat ini, dialah yang aku pertahankan, dialah yang akan ku jaga, dialah yang akan bersamaku, ( Mau ku )

Dan banyak yang kami lakukan selama beberapa jam di awal seperti menemaiku makan gado-gado langganan yang biasa sudah dipesan :D hihihi ~~

Tutup poin yaa  !

Well, ini ceritanya ~ Saat pulang seperti biasa hal hal konyol, lucu, gelak gelitik perut datang, lari - lari owww banyak sekali deh ..
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang menggunakan Bus Transjakarta :D ..
Tidak beberapa lama pun datang, kami masuk kedalam bus itu .

Namun saat itu aku merasakan rindu yang tidak biasanya, aku merasakan ketakutan, seketika itu hatiku merasa sedih saat bersamanya ( bukan karena tidak senang, dan tidak bahagia ). Tapi aku merasa takut apakah momen-momen seperti ini dapat kami jalani " Berdua " Setiap hari " Bersama " Sepanjang hidup kami *haru

Saya memeluk tubuhnya dengan sangat Erat sambil berkata dalam hati "Tuhan, Saya hanya mau mengasihi dia dengan sepenuh hati saya, sama halnya dengan yang kau mau. Tapi Tuhan, apakah saya tidak boleh untuk menginginkan bahwa dia adalah orang yang akan mendampingi saya ? Tuhan, Ampuni saya jika saya sudah mengingini :(

Yang saya pikirkan adalah " Bagaimana membuat semua itu menjadi nyata ? Bagaimana caranya, memang secara dunia itu sangatlah sulit untuk di terima di kalangan itu. Tapi bagaimana dengan hati," Sedih ".
Ketika tebok besar itu menghalangi kami ( Adat istiadat ), Saya sendiri dengan yakin dan percaya tetap bertahan meski dalam keadaan yang sulit sekali seperti ini, saya terus berusaha bagaimana agar tembok itu hancur dan tidak ada lagi yang membatasi hubungan kami " Berdua " .. Saya hanya Fokus saat ini > Menjadi orang yang berhasil dalam study saya, dan dalam hubungan saya terhadap Tuhan. Serta mengangkat martabat ...

Semuanya ini saya kembalikan kepada Tuhan, seperti seorang sahabat saya mengatakan seperti ini ;
" Memang saat ini tembok itu membatasi kalian berdua, dengan kata lain itu bagus untuk membatasi kalian dalam hubungan kalian, tapi Ingat kamu tidak tau akan hari esok bagaimana, jadi mengapa kamu bersedih, bisa saja Tuhan menghancurkan tembok itu dan mempersatukan kalian berdua," 

Dengan mendengar perkataan pak fredi : Hati saya merasa tenang sekali ...


My Dear : 
Saya memperjuangkan semuanya untuk kamu, saya akan berusaha dalam arti " tetap berserah kepadaTuhan" untuk semuanya ini, saya tidak bisa berbuat apa - apa dengan kemampuan saya. Tapi saya yakin bahwa waktu yang indah akan tiba saatnya, dan waktu memeluk pun akan tiba saatnya, saya dapat memeluk dirimu  selamanya .Amin !  






Minggu, 05 Mei 2013

Suara hati

Malam yang begitu rumit untuk dijelaskan dengan sebuah kata-kata dan yang tidak dapat di mengerti dengan bahasa-bahasa. 

Apakah aku ini seorang yang Egois ? Dan berbuat yang demikian terhadapmu. 
Apakah kamu tau yang aku pikirkan sebenarnya? Kamu sudah tau sebenarnya

Dimana senyum itu ketika aku membutuhkannya, mengapa senyum palsu itu harus kau keluarkan. Ada hati yang hancur di sini, dan tidak ada senyum yang menolongnya.

Siapa yang harus aku salahkan," Tidak ada" Aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri.

Aku pun bertanya-tanya dan jenuh dengan itu. Siapa aku ini ?." Aku merasa ini bukan diriku . Aaaaaa ;'(

Aku menceritakan ini dengan jatuhnya setiap tetes air itu, aku tidak tau apa yang hati ini katakan. Aku tidak mengerti dengan bahasa hati yang mempunyai maksud tertentu bagiku sendiri.


Aku merasa kesal dengan aku yang sekarang ini.
Aku merasa tidak ada semangatku yang dulu
Aku merasa sendiri
Aku merasa sedih
Aku merasa kecewa
Aku merasa takut
Aku merasa kuatir
Aku merasa hampa
Aku merasa sesuatu yg tidak aku rasakan dan tidak aku mengerti. -,-
Dari semua yang di atas aku juga tidak yakin apakah aku merasa seperti itu.


Tapi satu yang aku sedihkan," Senyum itu seharusnya dapat membuat Senyum kembali "

Jujur saja," Untuk saat ini, sulit bagiku untuk tersenyum lepas, bebas, tanpa beban.

Aku mempunyai sebuah beban yang begitu berat, sampai tidak tahu kapan air mata itu menetes.
Dan ahkirnya air mata itu terus menetes, tapi aku tetap belum bisa merasa puas.

Apakah aku egois ? Aku tanya sekali lagi 

Apakah aku egois ?
Aku hanya tidak mengerti dengan diriku sendiri," Tapi mengapa kamu seperti itu juga dan sebaliknya 


Tidak akan ada lagi sebuah senyuman dariku, apakah itu jawabannya..
Tidak perlu ada yang mengomentari aku

"Aku hanya mempunyai harapan bahwa saat itu aku dapat melihat senyum tulus itu"
Tapi kenyataannya tidak sama sekali...

Aku butuh sosok nyata yang benar nyata untuk berada bersamaku dan mendengarkan semua keluhhanku, selain Tuhan yang aku percaya .

Dan begitulah akhir malam ini ....

Maaf, bukan kemauanku seperti ini, jika ingin menyalahkan," Salahkan saja hatiku " jika ingin bertanya." Tanyakan juga hatiku " dan jika ingin jawaban," Tanyakan saja pada hatimu ".


AKU SEDIH ! 

Sabtu, 04 Mei 2013

One Day Hope ( Hari yang Tidak Terbatas )


Semunya tampaknya hilang ketika 119.104 orang dicap di kulitnya. Viktor Frankl, seorang dokter dan psikiater Autria berkebangsaan Yahudi, selamat dari dalam kengerian Auschwitz dan Kamp-Kamp konsentrasi rezim Nazi..

Terpisah dari keluarganya, kehilangan pekerjanya, martabatnya disepelekan, ia terhitung sebagai yang ditolak. Dalam kerja paksa dan hanya sedikit makanan, ia tahu betapa sakitnya hak kemanusiaan -nya tak  di perduli-kan. 

Dibebaskan pada akhir perang, Frankl mengungkapkan betapa kekejaman sipir penjara bukan hanya membatasi kebebasannya juga membatasi imannya. Kepercayaan pada tujuan agung dirinya untuk menuji kehidupan walau tak ada harapan.

Ia bersaksi bahwa orang-orang yang memelihara kepekaan rohani dan emosi walau dalam pengalaman yang tragis akan lebih baik dari pada mereka yang memiliki keadaan jasmani yang lebih kuat." Justru untuk orang-orang tersebut, kemungkinan akan meninggalkan lingkungan yang mengerikan demi mendapatkan perlindungan bagi kebebasan rohani." ia menegaskan.

Anda mungkin belum menghadapi situasi yang ekstrem. Namun, tragedi-tragedi kecil dalam hidup sehari-hari dan rutinitas yang tidak memiliki tujuan dapat menyebabkan banyak orang berharap singkat dalam kehidupan mereka sendiri. Dan ini adalah pilihan terburuk.


Lensa Ilahi - Saat - saat yang sangat memalukan ketika kesalahan terbuka. Hal itu tidak dapat ditolak. Tidak mungkin untuk menyembunyikannya agar tak terlihat. Sebelum yang tak terelakkan itu tiba, cara paling bijak adalah menempatkan kehidupan fana di bawah perspektif kekal. Mata manusia hanya dapat melihat sisi dan tujuan hidup yang nyata melalui lensa Ilahi.
Sayangnya, penglihatan rohani yang lemah ini membatasi orang yang berkemampuan dan berbakat besar terperangkap dalam sel gelap keputusasaan. Sebenarnya tidak perlu terjadi demikian, Misi Yesus Kristus juga ditentukan untuk Anda.

 Dia berkata," Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindah, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang"

(Lukas 4:18,19)


Kata-kata Kristus tidak sekadar wacana merdu. Misi ini meneguhkan pelayanan-Nya dibumi yang ditandai dengan tindakan yang nyata. Misi itu diucapkan dalam sebuah pertemuan ibadah yang di adakan pada Hari Sabat ( Lukas 4:16)


Sabat adalah hari khusus yang dipilih Yesus untuk mengubah kehidupan masyarakat dengan sentuhan-Nya yang memulihkan. Oleh karena itu, Sabat adalah hari pemulihan rohani.


Pria lumpuh itu terbaring di lantai selama tiga puluh delapan tahun menunggu mukjizat. Hari itu adalah hari sabat ketika kristus menemukan orang lumpuh itu dan memerintahkan dia bangun dan mengangkat tilamnya dimana dia selama ini berbaring dalam kesedihan yang panjang, ia berjalan dalam kehidupan baru 
(Yohanes 5:1-9)
Demikian pula oria yang buta sejak lahirnya mulai melihat sinar matahari dan keindahan kehidupan bilamana ia mendapatkan sentuhan Kristus pada hari Sabat( Yohanes 9:1-41). Ini hanya dua contoh pada hari yang telah dipilih oleh Kristus untuk memberikan pendekatan yang benar terhadap perintah Alkitab," Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabar." (Kel 20:8)


Mengingatkan Hari sabat tidak berarti melupakan Sang Pencipta yang menguduskan hari itu (Kel 20:11). Hal ini mengingatkan bahwa Pencipta itu tidak jauh. Dia menyentuh keberadaan, menunjukkan arti dan membebaskan kehidupan manusia dari kenyataan yang terbatas kepada kemungkinan yang tak terbatas pada pertemuan abadi nanti.



Oleh Guilherme Silva


One Day Hope ( Waktu Untuk Anda )

Jika dekade terakhir ditandai dengan kemenangan obat-obatan terhadap penyakit tubuh manusia, maka tantangan abad 21 adalah menyelaraskan manusia agar tidak terbaik dalam kerapuhan emosional. Hal ini tidak hanya tentang penyakit - penyakit serius yang memerlukan pertolongan medis melalui terapi dan obat-obatan, namun tentang keseimbangan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Sehat itu lebih daripada tidak adanya penyakit, itu adalah kesejahteraan yang sepenuhnya.

Para ahli menyatakan beberapa musuh kesehatan emosi, di antaranya: Kecemasan dan Rasa Bersalah. Gejala ini terjadi pada Ayah yang tak bisa tidur akibat risiko pengangguran; wanita yang hidup dalam tekanan pekerjaan dan perannya sebagai ibu; atau remaja yang di bombardir iklan sehingga percaya nilai dirinya diukur karena pakaian yang dia pakai. 
Hal terburuk bahwa kecemasan itu mengikat kita menuju masa depan. Ini memupuskan kebahagiaan yang seharusnya dicapai, tetapi itu tampaknya tidak tersedia sekarang. Hal ini menciptakan perasaan tidak puas terus-menerus , perasaan buruk, dan tidak bertoleransi. Ketidakpastian masa depan ini mencuri kedamaian hari ini.

Rasa bersalah, pada gilirannya berhubungan dengan masa lalu kita. Beban berat dirasakan orangtua yang kehilangan anak mereka karena obat-obatan terlarang, oleh anak muda yang tidak tahu berterima kasih namun kini menyentuh peti mati ibunya, atau suami yang menyesal karena kehancuran rumah tangganya akibat petualangan cintanya. Rasa bersalah yang belum terselesaikan ini menghabiskan kekuatan. Ini mengesampingkan impian kebebasan dan re-generasi, melemparkan kesalahan tiada tara di wajah yang melakukannya. Ini menghasilkan penderitaan, depresi. Hal ini dapat membunuh.

Rahasianya - Masalahnya modern, namun solusi Allah sejak dulu kala," Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari"(Matius 6:34) Nasihat sederhana dan praktis, karena DIA, dalam ayat sebelumnya, berjanji untuk menyediakan semua kebutuhan orang-orang yang mencari Dia 
(Ayat 33). Jika Anda khawatir, lihatlah burung-burung yang tidak menuntut agar berhak menerima pertolongan dari-Nya, namun dipelihara-Nya (ayat 26). Ayat itu berakhir dengan menegaskan bahwa tidak ada gunanya manusia khawatir sehubungan dengan apa yang ia tidak dapat ubah di luar kesanggupannya di hadapan Allah (ayat 27). Bagi orang-orang yang khawatir, Tuhan dapat mematahkan rantai yang mengikat mereka menuju masa depan.

Tentang rasa bersalah, beberapa psikolog mengatakan bahwa ke-kristenan adalah agam yang paling menindas manusia. Memang benar bahwa selama berabad-abad pemahaman yang keliru tentang karakter Ilahi telah membuat iman goncang. Sehingga beberapa mulai mempertimbangkan suara Iblis lebih merdu daripada suara Allah. Namun bukan demikian gambaran Alkitab, yang berkata" Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu"( Matius 11:28).
Kedamaian batin yang Alkitab Allah ajarkan diluar pemahaman dunia karena bukan dihasilkan parade melawan kekerasan atau perjanjian gencatan senjata, tetapi melalui sentuhan-Nya yang mengetahui kedalaman diri manusia. Dialah Ahlinya untuk membuang rasa bersalah ke dasar laut dan melakukan masa lalu yang mengganggu. 

Dalam kekalutan manusia modern, Tuhan menyediakan satu hari setiap minggu untuk merayakan kelegaan emosi. Hari Sabat adalah lambang pemeliharaan Allah dan pengampunan. Dengan rela terimalah tantangan untuk beristirahat 24 jam, tinggalkan kesibukan sehari-hari. Perhitungan dan janji tidak akan hilang, tetapi tanggung jawab ini tunaikan bersama Allah. Itulah yang Orang israel alami di padang gurun. Setiap hari sebelum sabat, manna( roti dari sorga ) akan berlimpah turun dua kali lipat banyaknya, sehingga pada hari sabat, mereka beristirahat dalam pemeliharaan Ialahi (Keluaran 16:4-31)

Hari ketujuh juga penawar untuk rasa bersalah, itu adalah pemberian, seperti pengampunan  Tuhan. Pada hari Sabat, kita diajak untuk beristirahat, tidak hanya secara jasmani, tetapi juga istirahat dari ketakutan dan trauma. Itu adalah pelukan Bapa untuk anak yang gelisah dan terluka. 
Itu adalah pesan dari sorga pada zaman ini, bahwa adalah mungkin untuk hidup bebas dari masa lalu yang menyiksa dan tidak tahu tiket menuju masa depan.


Jumat, 03 Mei 2013

One Day Hope ( Hak para PEKERJA )

Paulo bekerja terlalu banyak. Sebagai sopir bus, dia meninggalkan rumah pada pukul 04:00 dini hari untuk menghadapi lalu lintas yang padat.
Monice, seorang guru yang mengajar 38 jam per minggu dengan banyak masalah. Roger mengelola perusahaan ekspor, dan kadang-kadang dia bekerja 17 jam per hari. Seperti mereka, jutaan orang di seluruh dunia menderita tekanan kerja dan mencari pertolongan

Membayangkan kemajuan teknologi akan memberikan kehidupan yang lebih tenang, tapi yang terlihat adalah sebaliknya. Kita bangun lebih cepat atau lebih pagi dan datang kembali ke tempat tidur lebih lama atau lebih malam. Kita mengerjakan tugas rumah sambil membawa telepon genggam(Cellphone)  ke kamar mandi. Kita memiliki jadwal yang penuh, tetapi hati kosong. Hasil dari ke terburu-buruan ini hanya mendapatkan penyakit, kecemasan, dan kelelahan

Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa penyakit yang berhubungan dengan bekerja yang berlebihan. Stres, distimia, depresi, dan kelelahan, adalah beberapa di antaranya. Tetapi ada juga yang disebut penyakit akibat kerja, yang menjadi ancaman potensial akibat bekerja berlebihan. ini sejenis komplikasi yang berefek membatasi performa individu. Orang yang terjangkit ancaman ini, sedikit demi sedikit akan kehilangan kemampuan-nya untuk menunaikan tugas-tugas sederhana, dan untuk berkomunikasi secara normal. Jadi, ini adalah "penyakit" yang berhubungan dengan pekerjaan, bilamana tidak ditanggapi secara serius maka dapat melumpuhkan profesi dan hidup seseorang.

Sebelum hal terburuk terjadi, kita perlu mengingat bahwa kita bukanlah mesin. Kita bukan budak siapa pun, bukan pula budak diri kita sendiri. Tubuh kita tidak perlu rusak kecuali berubah. Kebenaran yang pasti ini harus diingat dan dihidupkan.

PEKABARAN - Tentu itulah sebab-nya mengapa Allah menggunakan kata "mengingat" dalam sepuluh perintah; "Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu"(Keluaran 20:8-10)
Perintah itu memerintahkan kita untuk mengingat Pencipta dan kita adalah makhluk terbatas, dan untuk itu kita memerlukan istirahat mingguan yang sudah disiapkan-Nya untuk kesejahteraan kita.

Beristirahat pada hari Sabat adalah peraturan universal, yang bukan ditentukan oleh hukum manusia, melainkan  "Mandatori Ilahi." Dan beberapa orang menyadari itu. Pekerja kasar atau pekerja kantor, ibu rumah tangga atau wanita eksekutif, pegawai pemerintah atau karyawan LSM, mahasiswa, petani, paramedis, anak-anak, tamu, dan bahkan hewan pun memiliki hak untuk beristirahat pada Hari Sabat. Yesus sendiri menegaskan," Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"
(Markus 2:27)

Hari sabat dikhususkan oleh Allah untuk mengingatkan kita Kepada-Nya. Itu juga sebabnya Kristus beristirahat dari perkejaan penebusan-Nya ( Berbicara tentang Kayu Salib ) pada hari Sabat.

Hari harapan untuk pekerja yang lelah ini juga merupakan rahasia bagi pencapaian pribadi. Untuk menjadi sukses, tentu tidak perlu bekerja selama tujuh hari per minggu, sampai merusak jasmani dan emosi. Jutaan orang telah melakukannya dengan tujuan mendapatkan puncak dunia, namun sebaliknya mereka sendiri terperosok ke dalam dasar lubang. Oleh karena itu, dalam rangka mencapai kesuksesan sejati, kita memerlukan waktu yang khusus untuk memulihkan energi kita dan memperbaiki fokus kita. Inilah alasan yang lebih besar daripada sekadar alasan produktivitas, yaitu agar kita lebih dekat, lebih akrab dengan Sang Pencipta sebagai alasan bagi semua kerja keras kita dibawah matahari.

Semua hari adalah hari Tuhan," Ya benar." Tapi kita harus kembali mengingat bahwa Tuhan sendiri yang memberikan Hari Sabat sebagai Hari perhentian bagi kita, dan Ia juga memberkati Hari Sabat, Jadi Sabat adalah sebuah hari yang istimewa yang telah di karuniakan bagi kita, dan ada berkat yang sudah dijanjikan pada hari Tuhan.
Pekabaran ini Benar adanya. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin !

One Day Hope ( Irama Kehidupan )

Kita hidup dalam zaman yang rumit. Tuntutan pribadi dan pekerjaan memaksa kita kesana kemari, sementara kita berusaha untuk menyesuaikan tuntutan jadwal, agenda yang padat, dan janji pada keluarga.

Namun, selain akibat yang pasti terkait stres dan perubahan humor, akhirnya tubuh menjadi tagihan. Dokter mengamati meningkatnya jumlah kasus kelelahan fisik dan sulit tidur, yang memulai penyakit-penyakit lain yang lebih serius, seperti penyakit jantung, diabetes, atau bahkan kanker." Bekerja berjam-jam tanpa istirahat yang cukup" adalah metafora yang cocok untuk kehidupan sulit sekarang ini. Bagaimanakah kita bisa menjaga waktu dan kesehatan kita seperti menjatuhkan pasir melalui jari-jari kita?

Kuncinya adalah tidak membiarkan faktor eksternal untuk menentukan ritme kita. Kita perlu mulai menghargai ritme tubuh kita. Salah satu karakterustik manusia yang paling menonjol adalah tunduk pada jam biologis, yang secara periodik berlaku atas fungsi-fungsi vital. Secara harian, ada irama istirahat, sebagai salah satu pengontrol periode tidur kita atau sekrsi hormon. Inilah sebabnya kortikosteroid mencapai puncaknya pada pukul di 10:00 pagi hari.
Selain jam biologis harian, ada satu lagi lebih besar. Dr.Franz Halberg dari University of Minnesota, telah menciptakan konsep jam biologi setiap hari ketujuh.

Penelitian telah menemukan tentang kondisi yang berbeda di mana manusia mencapai performa tertinggi dan terendah berada pada siklus hari Ketujuh. Periode ini mempengaruhi irama jantung, tekanan darah, suhu tubuh, komposisi dan volume urine, pengaturan neurotransmitter, dan aliran beberapa zat kimia, seperti hormon kortisol, yang bertanggung jawab untuk mengontrol stres. Ini merupakan sebuah fakta yang sederhana tentang jam biologis hari ketujuh.
Beberapa sarjana menegaskan, ternyata dengan adanya jam biologis hari ketujuh ini mengungkapkan sebuah istirahat sebagai stimulus untuk kelangsungan hidupnya.

Siklus - Tetapi mengapa periode hari ketujuh? bukankah ritme 24 jam lebih masuk di akal karena berdasarkan fenomena astronomi? Untuk mengetahui alasan siklus hari ketujuh, kita harus kembali kepada asal-usul manusia. Kitab Suci mengatakan bahwa" Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuatNya itu"( Kejadian 2:2)

Tuhan tidak hanya menetapkan periode ini, namun Dia juga memberikan instruksi bagi manusia untuk menghormati siklus enam hari kerja, lalu beristirahat pada hari ketujuh, hari sabat." Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN Allahmu; Maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu." (Keluaran 20:9)

Untuk kebahagian kita, Tuhan telah menciptakan siklus aktivitas dan istirahat karena" Hari sabat di adakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari sabat"( Markus 2:27)
Memelihara siklus harian dan mingguan ini akan berkonstribusi memperbarui kekuatan jasmani Anda karena Tuhan ingin agar Anda "Baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja"( 3 Yohanes 2 )
Allah menuntut tubuh kita sangat di hargai, karena itu adalah" Baik Roh Kudus"( 1 Korintus 6:19) Di sisi lain, Dia memberikan bagi kita berkat istirahat hari Sabat untuk memperbaruhi kekuatan jasmani, mental dan rohani kita.

Jika kita memenuhi perintah Allah dan memelihara Hari Sabat dengan setia, kita dapat menunggu kegenapan janji beriku;" Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya"( Yesaya 40:29)

One Day Hope ( Dokter itu memang benar )

Dia adalah mesin kerja. Berjam-jam sehari dia bekerja di perusahaannya. Sebagai seorang pengusaha sibuk dan sangat aktif, ia seringkali menjadi lesu dan stres. pada malam hari, dia tidak bisa tidur lelap, dan tiap-tiap hari ia didominasi obsesinya untuk bekerja.

Jadi, wajah saja tenaganya melemah dan jiwanya mengalami depresi. Kemudian, dia memutuskan untuk berkonsultasi kepada dokter. " Saya merasa lelah dan tidak bersemangat," Katanya kepada dokter, " Saya tidak bisa mengatasi pekerjaan saya seperti sebelumnya, dan itu mengganggu saya. Saya perlu memulihkan tenaga dan antusiasme saya."


Setelah mendengarkan dengan saksama keluhan sang pasien, dokter mengatakan kepadanya," Anda menyalahgunakan kesehatan Anda. Anda perlu mengurangi jam kerja Anda. Sediakan satu hari untuk beristirahat!" Lalu, dia menjawab," Saya tidak bisa melakukan itu, Dokter. Pabrik saya tidak bisa berhenti," Kata dokter lagi," Mungkin pabrik Anda tidak bisa berhenti, tapi Anda harus berhenti sementara waktu, jika Anda ingin pulih lebih baik," 
Kapan ?
Pada hari apa ?" tanya si pasien dengan antusias," Satu hari penuh setiap minggu," Jawab Dokter," Beristirahatlah pada hari yang ditetapkan Tuhan untuk istirahat mingguan, maka Anda akan merasakan hasilnya."


Sedikit kurang yakin, pria itu melakukannya. Dan mengejutkan, dalam beberapa minggu stresnya berkurang, dan dia kembali bersemangat. Dokter yang telah merawatnya adalah seorang kristen yang baik, dan resep yang diberikan kepadanya tidak lebih dari pada resep ilahi (atau perintah ) yakni bekerja enam hari seminggu dan beristirahat pada hari ketujuh, dengan kata lain pada hari sabat ( Keluaran 20:8-11)

Yang Baik - Siklus mingguan tujuh haru adalah penyelenggara kehidupan yang sejati. Hal ini menggerakan kita untuk bekerja dengan patut dan berguna. Namun, di sisi lain, tersedia hari ketujuh tiap-tiap minggu untuk beristirahat secara fisik, emosi dan rohani yang sangat kita butuhkan untuk melawan ketegangan dan meringankan beban kita.


Siapakah yang lebih baik dari pada Pencipta kita untuk memberitahukan kepada kita bagaimana kita harus hidup? Jika Dia telah menetapkan satu hari khusus dalam seminggu untuk memulihkan kekuatan kita, itu adalah karena hari itu merupakan sumber penting bagi kebaikan, kedamaian, dan kekuatan hidup kita. 



Itu sebabnya," Allah memberkati hari ketujuh dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah di buat-Nya itu"( Kejadian 2:3)
Pertama, Allah "Memberkati" hari ketujuh, hari sabat, dengan berkat yang Ia tidak limpahkan pada hari lain dalam seminggu; berikutnya, Sang Pencipta "Menguduskan" dan "Menyucikan" hari itu, dan ahkirnya Tuhan "Berhenti" pada hari sabat pertama, bukan karena Dia lelah, tetapi untuk memberi teladan bagi kita.


Banyak orang yang penat akibat pekerjaan yang berlebihan, kekhawatiran, dan ambisi. Pemikiran mereka tidak menentu, dan bahkan hubungan mereka berubah, Apakah kebutuhan dasar orang-orang ini? Damai bagi hari mereka yang menderita, sukacita untuk mengisi kekosongan batin mereka, dan istirahat bagi tubuh mereka yang lelah. Ketiga hal ini: damai, sukacita, dan istirahat, adalah kebutuhan pentung dan hadiah dari Dia yang Maha - Tinggi.

Apakah Stres menindas pikiran Anda, beban hidup memprovokasi batin anda? Tuhan berkata," Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan"( Yesaya 41:10).
 Bersama dengan janji kasih yang menguatkan ini, Sang Pencipta mengingatkan kita," Aku memiliki hadiah berkat dan kebahagian bagi hidupmu. Itu adalah Hari Sabat, hari istirahat yang telah Aku asingkan bagimu. Terimalah dan nikmatilah!"

Dokter kristen pada kisah awal di atas benar adanya(oleh Enrique Chaij), bahwa beristirahat pada hari Tuhan yang benar adalah satu berkat besar. Itu akan memulihkan keletihan fisik, mem-perkembang damai dalam hati, memberikan keseimbangan mental, dan menghargai hubungan keluarga yang baik. 
Apakah Anda menyadari bahwa sabat merupakan salah satu manfaat terbesar yang Allah telah diberikan demi kebaikan kita?