Followers

Sabtu, 04 Mei 2013

One Day Hope ( Hari yang Tidak Terbatas )


Semunya tampaknya hilang ketika 119.104 orang dicap di kulitnya. Viktor Frankl, seorang dokter dan psikiater Autria berkebangsaan Yahudi, selamat dari dalam kengerian Auschwitz dan Kamp-Kamp konsentrasi rezim Nazi..

Terpisah dari keluarganya, kehilangan pekerjanya, martabatnya disepelekan, ia terhitung sebagai yang ditolak. Dalam kerja paksa dan hanya sedikit makanan, ia tahu betapa sakitnya hak kemanusiaan -nya tak  di perduli-kan. 

Dibebaskan pada akhir perang, Frankl mengungkapkan betapa kekejaman sipir penjara bukan hanya membatasi kebebasannya juga membatasi imannya. Kepercayaan pada tujuan agung dirinya untuk menuji kehidupan walau tak ada harapan.

Ia bersaksi bahwa orang-orang yang memelihara kepekaan rohani dan emosi walau dalam pengalaman yang tragis akan lebih baik dari pada mereka yang memiliki keadaan jasmani yang lebih kuat." Justru untuk orang-orang tersebut, kemungkinan akan meninggalkan lingkungan yang mengerikan demi mendapatkan perlindungan bagi kebebasan rohani." ia menegaskan.

Anda mungkin belum menghadapi situasi yang ekstrem. Namun, tragedi-tragedi kecil dalam hidup sehari-hari dan rutinitas yang tidak memiliki tujuan dapat menyebabkan banyak orang berharap singkat dalam kehidupan mereka sendiri. Dan ini adalah pilihan terburuk.


Lensa Ilahi - Saat - saat yang sangat memalukan ketika kesalahan terbuka. Hal itu tidak dapat ditolak. Tidak mungkin untuk menyembunyikannya agar tak terlihat. Sebelum yang tak terelakkan itu tiba, cara paling bijak adalah menempatkan kehidupan fana di bawah perspektif kekal. Mata manusia hanya dapat melihat sisi dan tujuan hidup yang nyata melalui lensa Ilahi.
Sayangnya, penglihatan rohani yang lemah ini membatasi orang yang berkemampuan dan berbakat besar terperangkap dalam sel gelap keputusasaan. Sebenarnya tidak perlu terjadi demikian, Misi Yesus Kristus juga ditentukan untuk Anda.

 Dia berkata," Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindah, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang"

(Lukas 4:18,19)


Kata-kata Kristus tidak sekadar wacana merdu. Misi ini meneguhkan pelayanan-Nya dibumi yang ditandai dengan tindakan yang nyata. Misi itu diucapkan dalam sebuah pertemuan ibadah yang di adakan pada Hari Sabat ( Lukas 4:16)


Sabat adalah hari khusus yang dipilih Yesus untuk mengubah kehidupan masyarakat dengan sentuhan-Nya yang memulihkan. Oleh karena itu, Sabat adalah hari pemulihan rohani.


Pria lumpuh itu terbaring di lantai selama tiga puluh delapan tahun menunggu mukjizat. Hari itu adalah hari sabat ketika kristus menemukan orang lumpuh itu dan memerintahkan dia bangun dan mengangkat tilamnya dimana dia selama ini berbaring dalam kesedihan yang panjang, ia berjalan dalam kehidupan baru 
(Yohanes 5:1-9)
Demikian pula oria yang buta sejak lahirnya mulai melihat sinar matahari dan keindahan kehidupan bilamana ia mendapatkan sentuhan Kristus pada hari Sabat( Yohanes 9:1-41). Ini hanya dua contoh pada hari yang telah dipilih oleh Kristus untuk memberikan pendekatan yang benar terhadap perintah Alkitab," Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabar." (Kel 20:8)


Mengingatkan Hari sabat tidak berarti melupakan Sang Pencipta yang menguduskan hari itu (Kel 20:11). Hal ini mengingatkan bahwa Pencipta itu tidak jauh. Dia menyentuh keberadaan, menunjukkan arti dan membebaskan kehidupan manusia dari kenyataan yang terbatas kepada kemungkinan yang tak terbatas pada pertemuan abadi nanti.



Oleh Guilherme Silva


Tidak ada komentar:

Posting Komentar