Followers

Jumat, 03 Mei 2013

One Day Hope ( Hak para PEKERJA )

Paulo bekerja terlalu banyak. Sebagai sopir bus, dia meninggalkan rumah pada pukul 04:00 dini hari untuk menghadapi lalu lintas yang padat.
Monice, seorang guru yang mengajar 38 jam per minggu dengan banyak masalah. Roger mengelola perusahaan ekspor, dan kadang-kadang dia bekerja 17 jam per hari. Seperti mereka, jutaan orang di seluruh dunia menderita tekanan kerja dan mencari pertolongan

Membayangkan kemajuan teknologi akan memberikan kehidupan yang lebih tenang, tapi yang terlihat adalah sebaliknya. Kita bangun lebih cepat atau lebih pagi dan datang kembali ke tempat tidur lebih lama atau lebih malam. Kita mengerjakan tugas rumah sambil membawa telepon genggam(Cellphone)  ke kamar mandi. Kita memiliki jadwal yang penuh, tetapi hati kosong. Hasil dari ke terburu-buruan ini hanya mendapatkan penyakit, kecemasan, dan kelelahan

Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa penyakit yang berhubungan dengan bekerja yang berlebihan. Stres, distimia, depresi, dan kelelahan, adalah beberapa di antaranya. Tetapi ada juga yang disebut penyakit akibat kerja, yang menjadi ancaman potensial akibat bekerja berlebihan. ini sejenis komplikasi yang berefek membatasi performa individu. Orang yang terjangkit ancaman ini, sedikit demi sedikit akan kehilangan kemampuan-nya untuk menunaikan tugas-tugas sederhana, dan untuk berkomunikasi secara normal. Jadi, ini adalah "penyakit" yang berhubungan dengan pekerjaan, bilamana tidak ditanggapi secara serius maka dapat melumpuhkan profesi dan hidup seseorang.

Sebelum hal terburuk terjadi, kita perlu mengingat bahwa kita bukanlah mesin. Kita bukan budak siapa pun, bukan pula budak diri kita sendiri. Tubuh kita tidak perlu rusak kecuali berubah. Kebenaran yang pasti ini harus diingat dan dihidupkan.

PEKABARAN - Tentu itulah sebab-nya mengapa Allah menggunakan kata "mengingat" dalam sepuluh perintah; "Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat; enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu"(Keluaran 20:8-10)
Perintah itu memerintahkan kita untuk mengingat Pencipta dan kita adalah makhluk terbatas, dan untuk itu kita memerlukan istirahat mingguan yang sudah disiapkan-Nya untuk kesejahteraan kita.

Beristirahat pada hari Sabat adalah peraturan universal, yang bukan ditentukan oleh hukum manusia, melainkan  "Mandatori Ilahi." Dan beberapa orang menyadari itu. Pekerja kasar atau pekerja kantor, ibu rumah tangga atau wanita eksekutif, pegawai pemerintah atau karyawan LSM, mahasiswa, petani, paramedis, anak-anak, tamu, dan bahkan hewan pun memiliki hak untuk beristirahat pada Hari Sabat. Yesus sendiri menegaskan," Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat"
(Markus 2:27)

Hari sabat dikhususkan oleh Allah untuk mengingatkan kita Kepada-Nya. Itu juga sebabnya Kristus beristirahat dari perkejaan penebusan-Nya ( Berbicara tentang Kayu Salib ) pada hari Sabat.

Hari harapan untuk pekerja yang lelah ini juga merupakan rahasia bagi pencapaian pribadi. Untuk menjadi sukses, tentu tidak perlu bekerja selama tujuh hari per minggu, sampai merusak jasmani dan emosi. Jutaan orang telah melakukannya dengan tujuan mendapatkan puncak dunia, namun sebaliknya mereka sendiri terperosok ke dalam dasar lubang. Oleh karena itu, dalam rangka mencapai kesuksesan sejati, kita memerlukan waktu yang khusus untuk memulihkan energi kita dan memperbaiki fokus kita. Inilah alasan yang lebih besar daripada sekadar alasan produktivitas, yaitu agar kita lebih dekat, lebih akrab dengan Sang Pencipta sebagai alasan bagi semua kerja keras kita dibawah matahari.

Semua hari adalah hari Tuhan," Ya benar." Tapi kita harus kembali mengingat bahwa Tuhan sendiri yang memberikan Hari Sabat sebagai Hari perhentian bagi kita, dan Ia juga memberkati Hari Sabat, Jadi Sabat adalah sebuah hari yang istimewa yang telah di karuniakan bagi kita, dan ada berkat yang sudah dijanjikan pada hari Tuhan.
Pekabaran ini Benar adanya. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar