Followers

Jumat, 24 Mei 2013

Friday, Warm and love

Pagi itu saat ayam berkokok aku terbangun dari tidur ku yang panjang. Tidak begitu lama terbangun aku pun kembali terjatuh dalam hangatnya kasur yang menggoda untuk kembali aku  tertidur hingga akhirnya suara memanggil - manggil namaku dan aku pun benar benar tersadar kali itu dari rasa kantuk.

Hari ini hari jumat melihat jadwal hari ini adalah hari libur, yaitu libur dari sekolahku ..
Dengan seketika memutuskan untuk mengisi waktu itu seperti biasa berkunjung dan bertemu dengan 
kekasihku ..

Setibanya aku disana dengan penuh perjuangan melawan macet nya jalanraya kota Mertopolitan, uhh..
hilang seketika begitu melihat wajahnya nan imut :p , hahha ...

Iyaaa dialah orangnya, dialah tujuanku mengapa aku sampai berbuat se-nekat ini 
dialah yang ku perjuangkan untuk saat ini, dialah yang aku pertahankan, dialah yang akan ku jaga, dialah yang akan bersamaku, ( Mau ku )

Dan banyak yang kami lakukan selama beberapa jam di awal seperti menemaiku makan gado-gado langganan yang biasa sudah dipesan :D hihihi ~~

Tutup poin yaa  !

Well, ini ceritanya ~ Saat pulang seperti biasa hal hal konyol, lucu, gelak gelitik perut datang, lari - lari owww banyak sekali deh ..
Akhirnya kami memutuskan untuk pulang menggunakan Bus Transjakarta :D ..
Tidak beberapa lama pun datang, kami masuk kedalam bus itu .

Namun saat itu aku merasakan rindu yang tidak biasanya, aku merasakan ketakutan, seketika itu hatiku merasa sedih saat bersamanya ( bukan karena tidak senang, dan tidak bahagia ). Tapi aku merasa takut apakah momen-momen seperti ini dapat kami jalani " Berdua " Setiap hari " Bersama " Sepanjang hidup kami *haru

Saya memeluk tubuhnya dengan sangat Erat sambil berkata dalam hati "Tuhan, Saya hanya mau mengasihi dia dengan sepenuh hati saya, sama halnya dengan yang kau mau. Tapi Tuhan, apakah saya tidak boleh untuk menginginkan bahwa dia adalah orang yang akan mendampingi saya ? Tuhan, Ampuni saya jika saya sudah mengingini :(

Yang saya pikirkan adalah " Bagaimana membuat semua itu menjadi nyata ? Bagaimana caranya, memang secara dunia itu sangatlah sulit untuk di terima di kalangan itu. Tapi bagaimana dengan hati," Sedih ".
Ketika tebok besar itu menghalangi kami ( Adat istiadat ), Saya sendiri dengan yakin dan percaya tetap bertahan meski dalam keadaan yang sulit sekali seperti ini, saya terus berusaha bagaimana agar tembok itu hancur dan tidak ada lagi yang membatasi hubungan kami " Berdua " .. Saya hanya Fokus saat ini > Menjadi orang yang berhasil dalam study saya, dan dalam hubungan saya terhadap Tuhan. Serta mengangkat martabat ...

Semuanya ini saya kembalikan kepada Tuhan, seperti seorang sahabat saya mengatakan seperti ini ;
" Memang saat ini tembok itu membatasi kalian berdua, dengan kata lain itu bagus untuk membatasi kalian dalam hubungan kalian, tapi Ingat kamu tidak tau akan hari esok bagaimana, jadi mengapa kamu bersedih, bisa saja Tuhan menghancurkan tembok itu dan mempersatukan kalian berdua," 

Dengan mendengar perkataan pak fredi : Hati saya merasa tenang sekali ...


My Dear : 
Saya memperjuangkan semuanya untuk kamu, saya akan berusaha dalam arti " tetap berserah kepadaTuhan" untuk semuanya ini, saya tidak bisa berbuat apa - apa dengan kemampuan saya. Tapi saya yakin bahwa waktu yang indah akan tiba saatnya, dan waktu memeluk pun akan tiba saatnya, saya dapat memeluk dirimu  selamanya .Amin !  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar