Followers

Senin, 23 Juni 2014

Pujian untuk kekasih

Amsal 23:18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Hari ini hari minggu, yaa saya duduk di tempat duduk gereja kramat. Dan tepat di arah jam 1 saya dapat melihat wanita yang saya sangat kasihi duduk sambil mendengarkan firman. Ia memakai baju warna merah dengan rambut yg tidak di kuncir.

Maka menangislah Yesus, ketika itu orang-orang yahudi berkata" Lihatlah Ia menangis, betapa besar KasihNya kepada orang itu.. Yaa Yesus sangat mengasihi Lazarus.

Saya sudah baca semua ayat dalam Yohanes pasal 11. Yaaa begitu terharu.

Sama seperti Yesus, sayapun akan menangis jika kehilangan wanita yg sangat saya Kasihi.
Tak ada satupun yg dapat mengerti bagaimana saya mengasihi Adisya...
Saya mengasihinya seperti saya mengasihi diri saya, siapa yg mau mengerti tentang hal ini? - Hanya saya yang dapat mengerti ini.

Mungkin jika bisa, aku ingin sekali.kalau kita punya waktu untuk bicara tanpa harus memperdulilan mereka.

Wajah nya sudah tak seperti  yg dahulu saat semua masih baik-baik saja. Semua berubah dan berbeda, ya.

Pujian untuk kekasihku...
Adisyaku, kekasihku. Sungguh manis kasih sayangmu. Cintaku, begitu lembut suaramu memanggilku. Kasih sayangmu sangat tulus kepadaku seperti sepasang burung dara yg hanya mencintai 1 pasangan.
Adisyaku, wajahmu seperti selimut yang hangat saat kau tersenyum kepadaku, kecupanmu menenangkan aku dalam kegeramanku. Tangan mu tak ada hentinya untuk melakukan segala pekerjaan hingga lelah badanmu.
Sungguh, kekasihku... Aku sangat bangga kepadamu.
Dengarlah adisyaku, sampai maut menjemputku, kau tetaplah kekasihku. Kekasihku yg sejati. Hingga akhir hidupku kasih sayangku  akan terus bertambah dan tetap sama. Sayangku, jangan paksakan aku untuk jauh dari padamu.
Aku telah berjanji, bahwa kau akan jadi pusat duniaku.
Adisyaku, hatiku sungguh memelukmu. Aku sangat mengasihimu, maka berbahagialah kamu selalu. Bersukacitalah kamu selalu.

Adisyaku, sayangku. Maukah kamu tetap ada untuk aku sampai pada akhir nya kita terpisah oleh kematian..
Dalam Doaku nama Adisya menjadi bagian dari Doaku. Dengarlah Adisyaku, dengarlah sayangku...

Sehat sehat selalu dalam keadaanmu dan biarlah sukacitamu selalu penuh. Semoga dalam doamu kau menyebut namaku sehingga ku tahu bahwa kamu tetap mengasihiku... Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar