Setiap manusia yang di lahirkan di bumi memiliki hak untuk hidup dan setelah dewasa memiliki hak untuk memilih dan hak untuk di pilih. Seorang yang sudah mencapai umur 17 tahun baru dapat di sebut dewasa dimana biasanya pada umur yang demikian keras kepala, keras hati dan ingin bertindak sesuka hati, dimana begitu banyak keinginan yang mau dicapai.
Latar belakang
Namaku Daniel Stevanus pane berusia 16 tahun dan masih seorang pelajar disebuah sekolah kejuruan dan aku mengambil jurusan Accounting. Orang tuaku memilikki 2 orang anak, Anak pertama aku sendiri dan yang satunya lagi ialah adik perempuanku. Kini aku tinggal bersama Tanteku dan jauh dari kedua orang tuaku.
Sifatku
Aku memiliki pribadi yang bisa dibilang tidak baik dan juga tidak buruk. Dahulu aku adalah seorang yang bertingkah laku layaknya seorang pria yang tidak takut akan dosa tapi mengenal akan Tuhan. Keras kepala itulah diriku namun juga bisa jadi sangat lembut dan menjadi perasa. Sifat ku mudah memaafkan tapi sulit untuk menerima orang lain yang bersalah terhadap ku. Aku senang sekali menebarkan senyum tapi sewaktu-waktu ada saat dimana tidak ada setitik senyum dari padaku.
LongStory
Aku baru saja menerima Tuhan Yesus Kristus dalam hidupku. Dimana semua dosa - dosa yang ada padaku telah di angkatnya dan aku dapat mersakan itu. Aku dibaptis disebuah kolam renang yang pada hari Sabat tepatnya. Aku beranggotakan di jemaat GMAHK Cileungsi ( Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ). Aku baru mengenal tentang hari sabat dan masih harus bertumbuh dalam iman kepada Tuhan Yesus. Karena ada tertulis barangsiapa tidak mentaati firman Tuhan maka ia akan binasa. Baru 3 bulan aku dibaptis masalahku tidak berhenti sampai disitu saja, dimana aku tidak tau harus bagaimana dengan studyku," Pertanyaanya ialah , Kemana aku harus melanjutkan study ?, Apakah aku akan bersekolah kembali ? Dengan keadaan yang saat itu memang orang tuaku mengalami beberapa kejadian yang tidak menguntungkan, dan hasilnya usaha mamahku bankrut dan susah payah menyekolahkanku hingga aku lulus SMP. Akan tetapi kemana aku akan melanjutkan sekolahku, sedangkan aku tidak tau dapat bersekolah atau tidak .
Lalu aku serahkan semua sama Tuhan dan berdoa . Tiba - tiba tanteku menawarkan aku untuk bersekolah dirumahnya. Aku terus memikirkan apakah ini jalan yang terbaik bagiku agar aku dapat melanjutkan sekolahku ? | Ohh Tuhan, Tolong aku !
Setelah memikirkan matang - matang akupun memberanikan diri untuk melanjutkan bersekolah dirumah tante ku. Sudah hampir berjalan satu tahun aku tinggal dirumah nya dan mengikuti ibadah pada hari minggu !
IntiPermasalahan
Aku adalah seorang muda yang aktif dalam perkumpulan ibadah ku, dimana aku rindu untuk memuji Tuhanku. Tapi pergumulan ku sampai sekarang adalah agar aku dapat beribadah pada hari Sabat yaitu ( Sabtu ) bukan Hari minggu . Seperti yang ada dalam keluaran 20:8 dimana kita disuruh untuk menguduskan hari sabat Tuhan, seperti Tuhan juga menguduskannya dan memberkati hari itu. seperti nabi - nabi terdahulu yang juga memelihara hari sabat yang kudus bukan hari minggu. Seperti yang adalah dalam kitab Lukas 26:56b dan seterusnya disitu sangat jelas sekali bahwa Hari sabat ialah Hari Sabtu Bukan hari MINGGU !
Aku begitu sedih melihat begitu banyak hamba - hamba Tuhan yang sebenarnya mengetahui tentang hal ini, akan tetapi tidak mau menerima hal tersebut .
Aku ingin bocorkan sedikit : Dahulu kala pada pemerintahan Kerahaan Roma yaitu Gereja Katolik berkuasa dimana gereja itu memaksa dan mengeluarkan peraturan untuk beribadah hari Minggu dan bukan hari sabtu, dan apabila ada yang melanggar maka akan dihukum mati. Dan dari situlah hari sabat Allah yang kudus telah diputar balikkan oleh Kepausan .
Tapi aku ingin bertanya ? Apakah yang ada didalam Alkitab itu datangnya dari mana ? Jika Dari Tuhan apakah kita masih mau menyangkal , dan mengapa masih bersikukuh untuk menguduskan hari Minggu. Tidak ada pernah tertulis didalam Alkitab untuk menguduskan hari itu. Karena pada zaman dahulu, Bangga Israel yang tidak menguduskan hari sabat maka ia akan dihukum seperti yang tertulis dalam kitab ulangan/ bilangan jika tidak salah dimana orang yang melanggar itu dilempari sampai mati dengan batu. Dari situ saja kita dapat melihat begitu kejamnya hukuman itu.
Apabila kita mengasihi Allah, pastinya kita akan mentaatti apa yang ia perintahakan.
Banyak dari orang - orang itu hanya menerima saja lalu pulang dan tidak memperlajari dengan seksama, dan di antara orang yang mempelajari tidak semua dari mereka mempunyai hikmat untuk mengerti arti dari setiap kata - kata yang tertulis. Jadi selain menerima Firman Tuhan yang disampaikan kita juga harus mempunyai wawasan tentang Firman Tuhan agar apabila Firman yang disampaikan tidak sesuai dengan Alkitab kita tidak akan terjerumus dalam situasi yang membuat kita bimbang. Dan kita juga harus mempelajari Firman itu supaya kita dapat lebih mengerti lagi dan meminta hikmat dari pada Tuhan .
Senjata orang percaya ialah Alkitab ( Apa yang telah dituliskan didalam Alkitab berasal dari Allah sendiri yang sebagai Tuhan dan yang akan datang kembali ) JADI -> Apa yang ada didalam alkitab itu benar apa adanya , Dan barangsiapa tidak menceritakan kebenaraan Allah, Maka malapetakan akan menimpa orang itu(Sekalipun Hamba Tuhan). Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaraannya, Maka semua itu akan ditambahkan kepadamu." Sudah jelas sekali dalam ayat ini, Bahwa kita harus mencari kebenaraan Allah, Bukan kebenaraan menurut Duniawi.
Intinya dari semua yang kutuliskan ialah, Dimana aku ingin kembali menguduskan hari sabat!
Sabat adalah kebenaraan yang semua orang harus tau. Maka mulai sekarang aku menghimbau kamu supaya kamu bukan hanya menjadi pendengar, melainkan mengerti akan yang kamu dengar, mempelajari dan melakukan seturut dengan kehendak Allah.
AMIEN !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar