Hari ini jumat 21 maret 2014. Jam 11:50 aku mulai membuka Laptop dan mulai mengetik ini. Jemari-jemariku terus mengetik sambil mendengarkan lagu Tulus dan sesekali Video yang aku buat. Akhir-akhir ini aku sering sekali memutar video itu. Entah apa rasa sudah berkali-kali aku memutarnya. Tanpa pernah merasa bosan untuk men-stop. Aku tersipu-sipu di hadapan layar Laptop yg memantulkan bayangan wajahku. Aku tersenyum saat melihat bayangan diriku sendiri, aku berusaha terus tersenyum lebih lagi. Setiap lirik lagu yang dinyayikan Tulus aku serap dengan sangat teliti, aku tersenyum dan aku kembali tersenyum. Aku tidak ingin membuat kamu bersedih bahka kecewa, dan aku harus tersenyum
Walaupun aku tersenyum tapi mengapa aku tetap saja mengeluarkan air mata? – aku menganggap air mata itu adalah sebuah tanda dari awal bahagia, dan setiap kali air mata ku menetes dari luar ataupun dari hatiku, aku kembali tersenyum memerah saat wajahmu seketika hadir di benakku
Didekapmu aku lebih tenang dan bersamamu jalan lebih terang, kau milik-ku milikmu kita satukan tuju bersama arungi derasnya waktu selamanya kita akan terus begitu. Tetaplah beramaku hingga ahkir hidupku.. Yaa Tuhan mengapa lirik itu sungguh dalam sekali maknanya. Maukah kamu seperti lirik lagu itu denganku?’’ – Tidak aka nada akhir dari cinta kita. Aku ingin tetap dapat mencintaimu dengan tulus hati. Kamu tahu kalau aku sungguh sudah menetapkan hati padamu, dan aku tidak ingin kamu pergi. Aku akan bahagia bersamamu, bersedih bersamamu, suka dan duka, setiap canda tawa akan terus bersamamu… Maukah kamu seperti itu dengan aku?
Bila didepan nanti (nanti yang tak ada habisnya) banyak cobaan untuk kisah cinta kita jangan cepat menyerah yaaa, masihkah kamu seperti itu? - aku harap kamu akan tetap seperti itu.
Waktu terasa cepat- mungkin beberapa puluh tahun kedepan kita akan bertambah umur dan menjadi tua. Kalau memang kita tidak dapat benar-benar bersatu carilah yang memang mengasihimu lebih dari aku mengasihimu dan menikahlah dengan laki-laki itu dan berkeluargalah dan punya anak yang lucu-lucu dan pintar-pintar dan jadilah istri yang baik dan ibu yang bijaksana – hmmm… aku akan belajar merelakan kamu.
Aku mulai berpikir kalau Allah yang sungguh mulia bisa merelakan Anak-Nya yang tugal untuk datang kedunia dan mati dengan tidak Layak, hina untuk dapat menebus manusia dari dosa-dosanya – mungkin aku juga akan belajar merelakan kamu untuk memilih pasangan hidupmu nanti. Yaaa Karena aku sangat mengasihimu…
Bibirku terkatup-katup menahan, dan mataku pun mulai sedikit basah dan aku terus berusaha menahan agar tidak menetes. Aku tidak ingin sampai menangis di kantor ini, aku tidak mau. Yang baru saja kuucapkan itu rasanya seperti aku tidak sadar apa yang aku katakana, meski aku mengatakan itu dengan perasaan yang sungguh sulit untuk ku katakana. Kamu tahukah itu ?. Tanganku gemetar dan tubuhku gemetar, aku menjadi takut sekali.
Inikah rasanya jika kita takut kehilangan seseorang walaupun belum tahu kapan waktunya. Aku belum pernah merasakan rasanya ditinggalkan, tapi rasa takut ini membuat aku tidak berdaya
Mungkin setelah nanti kamu menemukan jodohmu, dengan seiringnya waktu kamu akan berubah. Tapi aku yakin ingatanmu tentang aku tidak akan pernah hilang dan berubah. Dan setelah itu aku tetap menjalani hari-hariku dengan kesendirian sambil mengawasi kamu dari jauh, tetap terus memperhatikan kamu, tetap terus mendoakan kamu, tetap terus mengasihi kamu, tetap terus menjaga kamu disaat yang tidak kamu tahu..
Kamu telah begitu banyak memberikan dan mengajari aku hal yang baik. Karena kamu yg telah membuat aku banyak mengerti dan indahnya sebuah kasih. Tak akan ada yang bisa menggantikan kamu dis. Tidak akan ada dis…
Aku rindu dis, aku ingin bersama kamu. Menikmati kebersamaan kita lagi, waktu kita berdua berjalan, waktu kita bergoncengan mesra dimotor, heheh - bercanda-canda ria, manjanya kamu. Hiihihii Semuanya dis, apa lagi yaaa? Banyak bgt dis, ohh iya kamu ingat, waktu aku berikan kamu sebuah cincin di sebuah taman yang indah hehe.. tanda awal dari keseriusan aku ke kamu. Ohhh pertama kalinya aku berani cium kamu, aku cium pipi kamu hehe *malu aku gengang tangan kamu. Aku sayang sekali sama kamu dis, terimakasih dis untuk kebersamaan kita. Aku percaya kok, kalau emang kita disatukan sama Tuhan, Pasti semuanya akan dilancarin kok yaa aku percaya itu (Teriaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkk)
Berbahagialah, berbahagialah dis :)
Saat nanti aku sudah tidak ada didunia ini, tetaplah sehat selalu dan jagalah dirimu dengan baik. Aku ingin melihat kamu bahagia, karena itu aku akan belajar merelakan kamu…
Aku mengasihimu…
Aku akan menjaga cinta kita. Aku akan menjaga setiap cinta yg pernah kamu berikan terhadapku. Ya Tuhan Yesus, berikanlah aku hikmat dan hati yang teguh untuk dapat menjaganya. Hati yang teguh yang saat ini harus kumiliki ya Tuhan. Dan juga terlebih berilah aku hikmat dan hati yang teguh lebih lagi untuk menjaga cinta yang Tuhan Yesus telah berikan kepadaku. Kalau saja aku sedang bersamaMu, aku ingin sekali memeluk dan mendekap Mu ya Yesusku. Bohong kalau aku tidak sedih, bohong kalau aku tidak takut. Maka dari itu yaa Bapa, Kuatkan aku untuk tetap percaya akan harapanku menjadi nyata :)
Apalagi yang harus aku ungkapkan - Hening hati mencari jawabannya sendiri tapi tidak didapatkan oleh dinginnya hati. Sampai saat ini aku sungguh tidak dapat mengerti dengan kamu dis, kenapa dan bagaimana ? Sudahlah .. Aku sudah mulai kecapaian sepanjang hari ini . Kuharap kamu menyambut Hari Sabat yaa..
Hari ini tak kan sama dengan hari esok. Dan esok tak kan sama seperti hari berikutnya.
Waktu sekarang tidak akan sama dengan waktu yang akan datang. Hanya satu yang tidak bisa berubah
" Kasih " Kasihku tetap sama hari ini, esok, dan nanti...
Sleeeepppp....
To be continues...